Menumbuhkan Nalar Kritis di Era Digital

Posted by arifah.suryaningsih on Nov 22, 2018 in RESENSI BUKU |

RESENSI: Dimuat di Koran Jakarta, 12/11/2018

Judul :Socrates Cafe

Penulis : Sahrul Mauludi

Penerbit : Elex Media Komputindo

Terbit : 2018

Tebal : 298 halaman

ISBN :978-602-04-8372-6

Seiring meningkatnya penggunaan internet melalui berbagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi di semua lini bidang kehidupan, literasi digital merupakan kebutuhan mendesak yang harus diberikan kepada masyarakat. Buku ini mengajak pembaca selalu bertanya dan bersikap kritis terhadap penggunaan media digital dan beragam konten internet. Orang harus selalu bertanggung jawab dalam membuat informasi agar menjadi pengetahuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

Buku ini memunculkan tokoh Socrates pada bab pertama, representasi filsuf yang berpandangan kritis dan dialektis. Kehadirannya di awal bab untuk memberi teladan kepada pembaca, prinsip dari filsuf kelahiran Athena (470) ini masih relevan dengan dunia saat ini. Socrates mengajak memikirkan tentang diri dan melakukan yang benar. Juga menyuarakan kebenaran dan terus menjaga jiwa agar bisa hidup dengan persahabatan dan cinta (halaman 2).

Kemudian juga, penulis mulai membahas fenomena-fenomena masyarakat digital pada bab-bab selanjutnya. Pada dunia yang sudah terkoneksi, masyarakat sebagai pengguna memiliki peran menentukan agar teknologi digunakan dalam konteks sosial, budaya dan politik yang spesifik (halaman 25). Idealnya, internet dapat memberi manfaat besar bagi setiap pengguna. Namun, dampak positif ini hanya dimungkinkan jika masyarakat memiliki tingkat literasi digital memadai dan memahami cara memanfaatkannya secara maksimal. Jika tidak, masyarakat hanya akan berselancar tak tentu arah, tanpa manfaat dan tujuan jelas. Bahkan dia dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam berbagai format. Bentuk yang dimaksud termasuk menciptakan, mengelaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan etika, serta memahami waktu teknologi harus digunakan untuk mencapai tujuan. Ini termasuk kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan seharihari (halaman 89).

Media sebagai kepanjangan dari manusia telah memberikan banyak pengaruh dan perubahan yang mendalam, Media mempengaruhi apa yang kita lakukan (doing), bagaimana kita memaknai sesuatu (meaning), bagaimana kita berhubungan (relating), bagaimana kita berpikir (thingking), dan bagaimana kita menjadi (being).

Buku ini terbagi menjadi tiga belas bab. Setiap babnya memberikan kontribusi dalam menguatkan literasi digital dan membangun dunia siber yang sehat. Sayangnya penulis tidak mengategorikan tiap bab tersebut menjadi beberapa bagian besar.

Berbagai fenomena dunia digital saat ini, disajikan pada bab 2,3, dan 4 yaitu: Dunia yang terkoneksi, Lompatan Besar, dan Indonesia Raksasa Digital. Selanjutnya dibahas mengenai cara menggunakan internet secara sehat, pada bab 5, 6, dan 7. Dikuatkan dengan literasi digital, internet sehat, produktif dan Undang-Undang ITE.

Dilanjutkan dengan bab yang membahas mengenai bermedia sosial. Dampak, jenis, tipe masyarakat pengguna media sosial hingga trik-trik menyiasati cara bermedia sosial yang sehat. Empat bab terakhir mengajak pembaca untuk selalu mewaspadai ancamanancaman di internet. Di antaranya, hate speech, pencemaran nama baik, cyber bullying, cybercrime dan konten negatif, candu pornografi, dan ancaman hoax.

Diresensi Arifah Suryaningsih, Guru SMK 2 Sewon Bantul

Reply

Copyright © 2019 fafa arifah's blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek.