Mengenal Perjuangan Montessori untuk Dunia Pendidikan

Posted by arifah.suryaningsih on Apr 4, 2014 in RESENSI BUKU |

Dimuat di : Koran Jakarta | Jumat, 4 April 2014 | Resensi

Pendidikan adalah suatu proses belajar menjadi manusia. Perjalanan sejarah pendidikan di Indonesia nyatanya belum mampu memanusiakan peserta didik karena ketatnya aturan dan kurikulum yang justru membelenggu siswa di sekolah. Namun, upaya menuju ke arah itu tetap harus dilakukan.

Hasil pemikiran memanusiakan anak didik telah dilakukan seorang Maria Montessori sejak 6 Januari 1907 di Via dei Marzi 58 Roma. Saat itu, Montessori yang berlatar belakang pendidikan dokter meresmikan pembukaan Casa dei Bambini (rumah bagi anak-anak) yang pertama. Doktrin penting yang diajarkan Montessori “manusia itu berhasil bukan karena sudah diajarkan guru, tetapi lantaran mengalami dan melakukan sendiri.” Di dalam pendekatan Montessori, hampir tidak pernah ditemukan hukuman. Kalapun ada, hukuman yang diberikan hanya mengisolasi anak untuk tidak bergerak dan tidak melakukan apa pun, (halaman 54).

Guru dalam lingkup pendekatan Montessori tidak lagi disebut sebagai guru, melainkan direktris karena fungsinya lebih sebagai pengarah, fasilitator, dan observatori atau pengamat, (halaman 55). Peran besar Montessari dalam mengubah paradigma dunia adalah pada langkah yang harus guru lakukan terhadap siswa sebagaimana ditulis seorang psikolog dan master pada Montessorian Pedagogy and Methodology dari Universitas Roma Tre ini.

Seluruh perjalanan hidup Maria Montessori diceritakan secara singkat, tapi lengkap. Tahun 1906, saat berusia 36, Maria Montessori sudah menjadi tokoh terkenal di Italia. Ia tidak dikenal sebagai dokter, tetapi lebih sebagai pendidik. Pemikiran-pemikirannya yang sangat tajam sering menghiasi media massa nasional. Pada tahun yang sama, tuntutan reformasi di bawah pemerintahan Perdana Menteri Giovanni Giolitti terasa sangat kuat, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, (halaman 43) Membaca sejarah perjuangan Montessori akan membuat orang menghargai hidup fungsi pendidikan secara global bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

Hal itu tampak dari perubahan-perubahan signi kan yang telah digoreskan Montessori dalam pendidikan pada 22.000 sekolah, di 110 negara. Buku ini memuat perjuangan, pemikiran, dan karya-karya Montessori dalam memfasilitasi anak-anak untuk mengeksplorasi dunianya dan menemukan pengetahuan baru melalui lingkungan, guru, teman, dan alat-alat peraga. Buku terbagi dalam lima bab. Tiap-tiap bab merupakan satu babak kehidupan Montessori. Bab pertama menceritakan masa kecil Maria.

Bab kedua tentang seluruh latar belakang pendidikannya. Bab ketiga berisi karier Montessori sebagai dokter muda. Kemudian, cerita tentang pembentukan rumah penitipan anak (Casa Dei Bambini) dimuat bab empat. Bagian terakhir menceritakan gerakan Montessari yang mendunia, hingga meninggalnya pada usia 82 tahun di Noordwijk, Belanda. Para guru dan pencinta dunia pendidikan sangat tepat membacanya sebagai tambahan referensi.

Bukan sekadar mengenal Montessori sebagai sebagai metode pembelajaran, namun lebih kepada perjuangannya. Yang mungkin tidak diketahui, perjuangan Montessori telah diteruskan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Diresensi Arifah Suryaningsih, pendidik, lulusan MM UGM.

 

Judul : Sejarah Pendekatan Montessori
Penulis : Agustina Prasetyo Magini
Penerbit : Penerbit Kanisius
Terbit : 2013
Halaman : 120 Halaman
ISBN : 978-979-21-3335-6

Reply

Copyright © 2017 fafa arifah's blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek.