0

Merawat Semangat Para Difabel

Posted by arifah.suryaningsih on Mar 26, 2014 in OPINI

Opini | Dimuat di:  Kedaulatan Rakyat| Selasa, 26 Maret 2014

BERBAGAI kritikan keras terus mengalir menanggapi persyaratan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 yang ternyata banyak terdapat diskriminasi terhadap kaum difabel. Disebutkan dalam ketentuan pendaftaran bahwa ada 20 program studi IPA dan 54 Program studi IPS yang tidak memperbolehkan enam kelompok difabel mendaftar, yaitu tuna netra, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, buta warna sebagian dan buta warna keseluruhan. Somasi kepada Kemdikbud pun telah dilayangkan puluhan orang dari berbagai yayasan organisasi penyandang disabilitas beberapa waktu yang lalu.

Semangat mereka dalam menyuarakan hakhak untuk memperoleh kesetaraan dalam pendidikan begitu menggelora. Menggetarkan siapapun yang memiliki kepekaan dan empati kepada nasib mereka yang sering dianggap kurang beruntung. Mereka tentu lebih tahu dan paham tentang bagaimana ‘bertahan’ dengan segala macam kekurangannya. Pendidikan dasar dan menengah yang telah mereka tempuh telah mengajarkan banyak hal mengenai kemampuan, bakat, kapasitas dan juga kompetensinya dalam pelajaran yang dikuasainya.

Maka menjadi ironis ketika ‘bambu runcing’ perjuangan panjangnya serta merta ditumpulkan oleh peraturan yang menolak mereka. UUD 45 secara jelas dan tegas mengatur hak mereka memperoleh pendidikan yang layak. UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas juga demikian. Pun, dijelaskan secara gamblang pada UU No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat bahwa sumber daya negara bukan milik mereka yang dianggap ‘normal’ saja, tetapi milik semua warga negara yang memiliki abilitas untuk mengembangkan karir dan cita-cita. Read more…

 
0

“DIGITAL TALKING BOOK” UNTUK TUNANETRA

Posted by arifah.suryaningsih on Mar 26, 2014 in TEKNO

Digital | Dimuat di Kedaulatan Rakyat, Senin 25 Maret 2014

Perkembangan dunia digital mampu memberikan berbagai macam kemudahan bukan saja bagi masyarakat kebanyakan, namun juga bagi para penyandang tuna netra. Kehadiran buku bicara atau Digital Talking Book (DTB) merupakan jawaban atas permasalahan mahalnya buku Braille yang dapat mereka miliki untuk mengakses berbagai macam informasi baik yang berhubungan dengan pendidikan, kebudayaan, maupun pengetahuan-pengetahuan lain.

Informasi audio (file audio digital) dalam DTB, disusun sedemikian rupa secara bertingkat sesuai dengan levelnya menurut format/standard DAISY (Digital Audio based-Information System), berdasarkan struktur buku aslinya. DAISY menempatkan bab pada level yang paling tinggi dan menempatkan paragraf pada level paling rendah, dengan cara memberikan kode-kode tertentu yang dapat dibaca atau dimengerti oleh player.

Kita dapat menggunakan Software Obi 3.0.1 yang baru saja dirilis pada 31 Desember 2013 yang lalu untuk dapat menghasilkan sebuah DTB (ataupun menggunakan versi sebelumnya). Software ini dapat kita dapatkan secara gratis dengan mengunjungi http://www.daisy.org/obi . Siapapun dapat menjalankan, memodifikasi dan mendistribusikannya, karena Obi  dapat diproduksi secara rumahan maupun produksi skala Read more…

Copyright © 2017 fafa arifah's blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek.