MENGGAUNGKAN SEMANGAT BERUBAH MASYARAKAT

Posted by arifah.suryaningsih on Mar 20, 2014 in RESENSI BUKU |

Resensi Buku | Dimuat di : Koran Jakarta, 20 Maret 2014

Selama hampir 69 tahun merdeka, bukan kemakmuran, kedamaian, dan kesejahteraan yang diperoleh bangsa Indonesia. Persoalan datang silih berganti membawa bangsa ini terpuruk sehingga sulit keluar dari situasi demikian.

 

Harus ada tekad untuk berubah. Itu harus dimulai dari seluruh diri bangsa terutama para pemimpin.

 

Seperti dikatakan Albert Einstein, “Ukuran kecerdasan bukan terletak pada kebiasaan memakai alat-alat lama, tetapi kemampuan untuk berubah.” Kalimat inilah yang juga menginspirasi Rhenald Kasali dalam menggaungkan semangat perubahan. Menurutnya, seberapa pun jauh jarak yang ditempuh, perubahan tetap dimungkinkan.

 

Buku Lets Change merupakan kumpulan tulisan Rhenald Kasali yang pernah dimuat di media. Topiknya mulai dari leadership, pendidikan, ekonomi, birokrasi, pariwisata, hingga sosial.

 

Pemikiran dapat menjadi rujukan yang relevan. Buku terbagi ke dalam delapan kategori dengan kesamaan esensi, yaitu mendorong atau mengajak semua pihak untuk berani berubah.

 

Dalam hidup akan selalu muncul masalah-masalah baru yang tidak bisa dipecahkan dengan pola pikir dan cara-cara lama. Maka, harus dipecahkan dengan mengubah pola pikir strategis dan praktis.

 

Perubahan dimulai dari diri, organisasi, dan masyarakat sekitar, meski dalam setiap perubahan tidak jarang ditemukan juga berbagai konflik.

 

Akan tetapi, terlibat dalam konflik atau menciptakan konflik bukanlah tujuan dari setiap perubahan yang menghendaki kemajuan. Manusia bisa berputar-putar pada objek yang berubah atau keluar dari pusaran dengan solusi membawa alternatif (hal 27).

 

Bangsa memerlukan sosok, bukan sekadar manajer yang bekerja dengan sistem dan memelihara keseimbangan, tapi orang yang berani membongkar belenggu dan menanamkan nilai-nilai baru. Michael Angelo menyatakan, “Every act of creation must be started by the act of destruction” (hal 79).

 

Lebih lanjut, dijelaskan selalu ada paradoks antara pemimpin yang “kuat” (tetapi menyakitkan) dan pemimpin “baik” (tetapi tidak menyumbang keuntungan). Orang baik dan jahat ada di mana-mana. Manusia bisa menjadi baik atau jahat karena karakter dan lingkungan.

 

Subjudul “Sakit untuk Berubah” menjelaskan bagi orang-orang tertentu, rasa takut sudah bisa membuat berubah. Seorang anak muda berubah setelah melihat otak manusia korban narkoba yang menyeramkan. Gambarnya mirip otak sapi gila di internet.

 

Orang-orang seperti ini dianugerahi DNA perubahan (change DNA) unsur O (opennes to experience) yang tinggi. Namun, ada juga orang yang belum mau berubah, meski sudah amat takut.

 

Orang-orang seperti ini baru berubah setelah rasa sakit melebihi rasa takut.
Pakar manajemen yang juga pendiri rumah perubahan ini tidak pernah lelah mengajak masyarakat untuk berubah dan mengembangkan manajemen perubahan melalui perbuatan nyata.

 

Dia memberikan contoh-contoh konkret perubahan yang telah dilakukan tokoh seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama, mendiang Abdurrahman Wahid, dan juga Gubernur DKI Joko Widodo.

 

Diresensi Arifah Suryaningsih, lulusan MM UGM

 
Judul            :  Lets Change
Penulis         :  Rhenald Kasali
Penerbit        : Kompas
Tahun Terbit :  2014
Tebal            : 278 halaman
ISBN            :  978 979 709 794 3

Reply

Copyright © 2017 fafa arifah's blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek.