0

MEREVITALISASI PEMIKIRAN BAPAK PENDIDIKAN

Posted by arifah.suryaningsih on Feb 25, 2014 in RESENSI BUKU

Resensi | Dimuat di Jawa Pos, 23 Februari 2014

 

Judul

:

VISI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

Penulis

:

Bartolomeus Samho

Penerbit

:

Kanisius

Tahun Terbit

:

 2013

Halaman

:

115 halaman

ISBN

:

978-979-21-3547-3

 

Berbagai macam persoalan pendidikan di Indonesia diantaranya adalah sering terjadinya perubahan peraturan di dalamnya. Fenomena tersebut bisa di baca sebagai kecenderungan (para pemimpin) bangsa Indonesia yang terlalu mengagumi konsep dan metode pendidikan yang datang dari luar kemudian serta merta meniru tanpa pertimbangan yang cakap berkaitan dengan sosio-kultural kita. Akhirnya praksis pendidikan di Indonesia terkesan serba coba-coba, aktivitas pendidikan semata-mata hanya pada persoalan pengajaran dan ranah intelektualitas menjadi takaran utama.

Bartolomeus Samho mencoba mengingatkan kepada pembaca tentang profil Ki Hadjar Dewantara dalam beberapa citra dirinya yang ideal sekaligus memaparkan visi pendidikannya secara umum. Bahwa apa yang telah Ki Hajar sampaikan beberapa puluh tahun yang lalu yang menampilkan nilai-nilai tradisional Indonesia, tidak lekang dari tantangan-tantangan dalam tataran praksis implementatifnya saat ini.

Buku ini terbagi menjadi empat bagian, bagian pertama hingga ketiga menyibak beberapa lembaran sejarah kehidupan Bapak Pendidikan Indonesia ini. Di sana kita temukan bahwa sosok pendidik sejati itu memang gemar belajar dan cinta akan dunia pendidikan sejak masa kecilnya. Kecintaannya itu membuatnya selalu bertekad untuk belajar dan bersekolah. Keterbatasan ekonomi yang menghimpit kehidupan keluarganya di masa kecilnya, tidak menghambatnya untuk maju dan berkembang dalam hidup, sekolah dan belajar. Read more…

 
0

Televisi Bukan Penuntun Perilaku

Posted by arifah.suryaningsih on Feb 14, 2014 in OPINI

Dimuat di: Suara Karya, Jumat, 14 Februari 2014

Banyak kajian dan penelitian telah membutikan, bahwa kehadiran teknologi kotak ajaib bernama televisi bukan saja mempercepat penyebaran arus informasi, namun juga sekaligus mereduksi tata nilai masyarakat. Sayangnya sebagian besar masyarakat kita tidak menyadari bahwa perilaku dan kehidupannya telah dipengaruhi oleh tayangan televisi tersebut.

Kehadiran televisi telah melebur dalam setiap ruang keluarga. Begitu penghuninya membuka mata, maka akan menyala pula televisi di sana. Bahkan, suara-suara bising yang berasal dari kotak ajaib itu akan lebih mendominasi mengalahkan percakapan-percakapan ringan yang terjadi dalam keluarga. Sehingga momentum yang seharusnya bisa digunakan untuk menjalin komunikasi sebagai perekat penghuni rumah secara tidak langsung telah terebut oleh siaran televisi.

Bahkan kini, televisi tidak lagi sendiri. Kehadiran teknologi internet bersama komputer, laptop, telephone cellular, Blacberry, iPad, iPhone dengan segala macam aplikasi chatting, browsing dan juga kebebasan dalam bermedia sosial semakin menambah semarak dunianya para net-generation, anak-anak kita. Lemahnya kesadaran masyarakat akan hal ini, terjadi secara terus menerus, menahun sehingga hal ini menimbulkan dampak perubahan perilaku masyarakat. Televisi menjadi trendsetter mulai dari gaya rambut, gaya berbusana, gaya tutur. Menyeluruh hingga gaya hidup kita tanpa disadari lebih berkiblat kepada televisi. Read more…

 
0

EDMODO: BELAJAR ONLINE ALA FACEBOOK

Posted by arifah.suryaningsih on Feb 10, 2014 in TEKNO

Dimuat di: Digital KR | Senin, 10 Februari 2014

Belajar dengan sistem online di era digital adalah perkara mudah, karena kini siapapun bisa membentuk komunitas. Tergantung bagaimana komitmen dalam mengelola dan mengembangkan konten yang dihadirkan sehingga tetap menarik bagi anggota komunitas. Seperti dikutip dari The Next Web, tercatat per bulan September 2013, pengguna aktif bulanan Facebook kini sudah melewati angka 1,19 miliar akun. Dari angka tersebut, 874 juta pengguna di antaranya mengakses Facebook dari perangkat mobile.

Momentum ketertarikan massal terhadap berbagai fitur media sosial inilah yang selanjutnya melahirkan sebuah ide dari Nic Borg dan Jeff O’hara pada akhir tahun 2008 dengan mengembangkan pembelajaran sosial untuk guru/dosen, siswa/mahasiswa. Pembelajaran online berplattform jejaring sosial ini diberi nama EDMODO.

Calon pengguna Edmodo dapat masuk ke situs ini dengan sangat mudah dan bisa mendapatkan akun tanpa berbayar. Pengguna tinggal mengetikkan alamat URL: https://www.edmodo.com/ Selanjutnya pengguna dapat memilih fitur yang akan digunakan. Ada 4 pilihan fitur untuk mendaftar: yaitu 1. I’m a Teacher : untuk guru, 2. I’m a Student : untuk murid, 3. I’m a Parent : untuk orang tua, dan 4. School&District : untuk menghubungkan sekolah kita ke Edmodo. Read more…

 
0

Membuat Presentasi dengan Prezi

Posted by arifah.suryaningsih on Feb 3, 2014 in Uncategorized

Dimuat di: Kedaulatan Rakyat, 3 Februari 2014

 

Jika anda merasa bosan dengan tampilan presentasi dengan Power Point, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar karena tayangan presentasi yang kita sajikan maupun yang kita lihat sebagian besar melulu menggunakan aplikasi tersebut. Kita bisa mencoba membuat tayangan presentasi yang berbeda dengan perangkat lunak presentasi berbasis internet, yaitu Prezi.

Prezi bisa Anda dapatkan secara gratis maupun berbayar dengan mengakses situs http://prezi.com/. Selanjutnya pengguna harus menentukan lisensi apa yang akan ia gunakan sebelum membuat akun pada Prezi. Lisensi bebas biaya bisa didapatkan dengan memilih tipe public,  pada kategori ini pengguna tetap bisa menikmati fitur-fitur utama yang disediakan oleh Prezi dan juga memiliki ruang penyimpanan. Namun setiap prezi yang dibuat oleh pengguna berlisensi Public harus dipublikasikan di situs web Prezi agar bisa diakses oleh publik. Atau jika Anda menginginkan fasilitas yang lebih dari itu, Anda bisa membeli lisensi Enjoy atau Pro seharga 59$ dan 159$. Menariknya lagi, bagi pelajar ataupun pengajar yang memiliki email khusus edukasi, mereka akan bisa mendapatkan lisensi Edu Pro secara gratis dengan fasilitas yang sama dengan lisensi Pro.

Selanjutnya pengguna yang telah memiliki akun dapat menjelajah Prezi. Beberapa keunggulan Prezi diantaranya, aplikasi presentasi berbasis internet (SaaS – software as a Service) ini memiliki fasilitas Zooming User Interface (ZUI), yang memungkinkan pengguna untuk memperbesar dan memperkecil tampilan pada media presentasi mereka. Teks, gambar, video, dan media presentasi lainnya dapat ditempatkan di atas kanvas presentasi, kemudian  dikelompokkan dalam bingkai-bingkai yang telah disediakan. Pengguna tinggal menentukan ukuran relatif dan posisi antara semua obyek presentasi dan dapat mengitari serta menyorot obyek-obyek tersebut. Keunggulan lainnya, Prezi tentu saja dapat digunakan sebagai alat untuk membuat presentasi dalam bentuk linier (presentasi terstruktur)  maupun non-linier (berbentuk peta pikiran/mind map).

Wikipedia.org menyebutkan bahwa aplikasi ini telah mendunia. Prezi telah digunakan pada Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum) sebagai bagian dari strategi presentasi dan pembuatan media. Arsitek dan ahli desain visual menggunakan Prezi untuk mempertunjukkan hasil karya mereka, dan juga sebagai alat yang berguna dalam memvisualisasikan ide desain mereka. Organisasi media menggunakan Prezi untuk membantu pembacanya dalam menjelajah informasi yang bersifat visual. Pada Juli 2011, The Guardian (UK) menggunakan Prezi untuk mempublikasikan grafis Peta Dunia terbaru di situs web mereka.

Kemampuan Prezi yang memudahkan audience untuk memahami pemikiran kompleks, ide-ide, atau informasi visual lainnya sangat diperlukan juga dalam dunia pendidikan. Guru/Dosen dapat lebih mudah memberikan penjelasan kepada siswa/mahasiswa dengan presentasi ini.  Sehingga tidak ada salahnya kita memulai mencoba melirik menggunakan aplikasi ini untuk dibawa ke dalam  ruang-ruang kelas. Selamat mencoba.

*Arifah Suryaningsih, Guru Multimedia – SMK N 2 Sewon

Copyright © 2017 fafa arifah's blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek.