Mumpung Jadi Mahasiswa, Ayo Nulis…..

Posted by arifah.suryaningsih on Nov 26, 2012 in Tempat Curhat |

Ngomong-ngomong tentang menulis, saya mulai menggairahkan kembali hobi menulis saya yang sudah lama saya “diamkan” atau lebih tepatnya dia “terkubur hidup-hidup” diantara kesibukan dan aktivitas saya. Berawal dari kuliah “Ethical Leadership”-nya Bapak Machfud Sholikhin, P.Hd yang menantang kami untuk mencurahkan pikiran kami supaya terbaca juga untuk orang lain, saya mulai menulis lagi

Sejak itu…. saya setiap hari menulis, beberapa lolos meja redaksi harian lokal,  itupun masih terbatas pada kolom profesi.

ini dia:

1. BErempati di Kala UNAS (KR, Terbit pada hari ke-2 UNAS SMK, 18 April 2012)

2. Guru Baru untuk Tahun Ajaran Baru (KR, Terbit pada hari ke-1, TA Baru, 16 Juli 2012)

3. Gurupun Boleh Berbahasa Gaul(KR, Terbit sehari setelah Sumpah Pemuda, 29 Okt 2012)

Sayangnya belum ada link online yang langsung merujuk ke URLnya. Dan saya belum juga bisa “naik kelas” untuk bisa menembus opini. Tapi ada koran online The Globe Journal yang ternyata mau menerbitkan naskah saya. Ini Dia…..

1. E- Learning, Membangun Budaya Berbagi Pengetahuan

 

Baiklah….. itu progress menulis saya sampai dengan hari ini, doain saya bisa “naik kelas” ya….. 🙂

Oia, berikut ini juga tulisan saya loh:

Mahasiswa mempunyai independensi yang luas, tidak berorientasi kepada materi, tidak ada keberpihakan, dan tidak pula terbelenggu kepada ikatan primordial. Yang ada hanyalah mengungkapkan kebenaran yang berasal dari ruang-ruang kuliah yang selalu membicarakan teori, apa yang sebaiknya dilakukan yaitu sebuah impian dalam dunia utopia yang menjadi keinginan dan harapan setiap manusia (das sollen). Sementara fenomena yang terjadi di negeri ini adalah para pemegang tampuk kekuasaan yang notabene mereka semua adalah juga para “mantan” mahasiswa yang dulunya sangat idealis, memegang teguh prinsip-prinsip das sollen yang setiap saat berdengung dalam debat-debat mahasiswa, dalam diskusi diskusi sengit mahasiswa, dalam seminar-seminar akbar yang sering digelar. Kemudian seakan lumer ketika ternyata dunia di luar ruang kuliah lebih “liar” dan “ganas”, semua teori-teori yang berasal dari bangku kuliah seolah menjadi angin lalu, banyak diterjang, dilanggar, dimanipulasi dan bahkan juga dikonspirasikan dalam sebuah sistem yang bahkan mungkin sulit untuk dibenahi.Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah, apakah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat “merubah dunia”?

Kemampuan berpikir logis, rasional, objektif, dan kritis yang dimiliki mahasiswa sebagai insan akademisi dapat dipergunakan untuk membangun negeri ini. Seperti yang diungkapkan Najib Yusuf: 2011, bahwa mahasiswa adalah Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi. Yaitu: (1) mahasiswa harus mampu memformulasikan kemampuan teoritis dalam aplikasi kehidupan nyata agar keilmuannya bermanfaat bagi bangsa dan negara, (2) mahasiswa dituntut memiliki gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan pembaruan. (3) mahasiswa harus memiliki sikap ikhlas dan sanggup berkarya untuk kepentingan orang banyak.

Benturan-benturan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh bangsa ini dapat diwakilkan kepada mahasiswa, lontaran ide, inovasi baru, ataupun kecaman yang bersifat mengkritisi kebijakan-kebijakan yang kurang pas di negeri ini dapat dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena mahasiswa dapat menulis, setiap saat,  melalui blog, website, portal-portal pendidikan, harian-harian surat kabar, buku, jurnal ilmiah ataupun kompetisi-kompetisi ilmiah lainnya. Melalui tulisan, akan lahir banyak perubahan, pembaharuan dan bahkan karya-karya besar. Akan terjadi proses berbagi pengetahuan (sharing knowledge) secara cepat, tepat dan akurat kepada semua lapisan masyarakat, birokrat maupun pejabat. Bangsa ini masih harus banyak belajar,  bangsa ini miskin keteladanan, dan bangsa ini masih sangat membutuhkan pencerahan. Dengan adanya “goresan pena mahasiwa”, diharapkan proses pembelajaran dan pencerdasan bangsa akan terus terjadi. Karena pendidikan bukan sekedar terjadi di bangku-bangku sekolah dan perguruan tinggi. Pendidikan berlaku untuk semua (education for all) dan terjadi sepanjang hayat (long life education). Mahasiswa merupakan “agent of change” dan juga “generasi emas” yang merupakan tumpuan harapan bangsa untuk masa depan negara ini.

2 Comments

sarastiono
Nov 26, 2012 at 10:59 pm

Siip….Sangat salut, merasakan demikian sibuknya sebagai seorang Istri…melayani suami, anak…dan pekerjaan rumah tangga yang lain, tapi masih berkarya….Great Bu Fafa…..Salam Kenal,,,he3x


 
arifah.suryaningsih
Nov 27, 2012 at 4:58 am

Trims PAk Saras, atas apresiasinya.
Hehe.. biasa aja kok Pak, sekedar menyalurkan hobi lama.
Ayo terus berkarya Pak, semangatt….

Oiya, Salam kenal juga


 

Reply

Copyright © 2017 fafa arifah's blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek.